Redaksi: Abd Rahman
JAYAPURA – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali dikeluhkan oleh pengguna jasa transportasi udara di Papua. Kali ini, seorang oknum petugas pelayanan boarding pass maskapai Lion Air di Bandara Sentani, Jayapura, diduga melakukan modus penipuan dengan cara merekayasa berat timbangan barang milik penumpang untuk meraup keuntungan pribadi.
Kasus ini mencuat dan mendapat perhatian serius dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Papua, Melky Rumbrawer, SM.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini dialami oleh salah satu penumpang yang hendak berangkat menempuh rute penerbangan dari Jayapura menuju Jayawijaya. Korban membawa barang bawaan berupa satu koper pakaian yang diestimasi memiliki berat total hanya sekitar 4 kilogram—jumlah yang seharusnya masih masuk dalam batas aman kuota bagasi kabin gratis.
Namun, saat melalui proses pemeriksaan di area boarding pass Bandara Sentani, oknum petugas justru menyatakan bahwa barang bawaan tersebut melebihi kapasitas aturan. Modus rekayasa timbangan diduga digunakan agar koper terlihat lebih berat dari aslinya. Penumpang itu kemudian dipaksa oleh petugas untuk membayar biaya tambahan sebesar Rp 200.000 secara langsung agar koper tersebut bisa lolos dan diizinkan naik ke pesawat.
Melky Rumbrawer, SM. mengecam keras tindakan oknum petugas di Bandara Sentani tersebut karena dinilai sangat merugikan masyarakat serta mencoreng citra dunia penerbangan di tanah Papua. Secara tegas, Ketua LIN Papua ini meminta pihak manajemen maskapai untuk segera memecat oknum petugas yang terlibat jika terbukti bersalah melakukan pungli.
Selain desakan pemecatan, pihak LIN Papua juga meminta otoritas bandara beserta manajemen pusat Lion Air melakukan investigasi menyeluruh guna mengusut tuntas sistem pelayanan bagasi di lapangan. Langkah ini dituntut demi memastikan tidak ada korban lain yang dirugikan dan menjaga keadilan serta kualitas pelayanan bagi seluruh konsumen penerbangan nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai Lion Air belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur ini. Pihak LIN menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai mendapatkan penyelesaian yang transparan.(R)







