Banyuwangi, Suaraindonesia.Online- Pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur menggelontorkan 33.525 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Kabupaten Banyuwangi.
Dalam hal ini, Bidang Kesehatan Hewan Veteriner (KHV) langsung bergerak cepat guna melaksanakan penyuntikan vaksin tersebut kepada hewan ternak milik peternak yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Dikarenakan menurut data Disperta Banyuwangi, sejak pertengahan Januari 2025, tercatat 404 ekor sapi milik warga Banyuwangi terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, 192 ekor masih dalam kondisi sakit dan 4 ekor dilaporkan mati.
Maka dari itu, Kabid KHV Disperta Banyuwangi, drh. Nanang Sugihato, menyatakan bahwa penyuntikan vaksin diprioritaskan untuk sapi, mengingat hewan ternak sapi yang paling banyak terjangkit PMK. Vaksinasi difokuskan di daerah sentra ternak seperti Kecamatan Kalipuro, Wongsorejo, Pesanggaran, dan Glenmore.
“Vaksinasi ini kami khususkan untuk ternak milik warga, utamanya di daerah terjangkit PMK,” ungkap drh. Nanang, Sabtu (15/2/2025).
Selain vaksinasi, Disperta Banyuwangi juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak sebagai upaya pencegahan penyebaran virus PMK. Langkah-langkah tersebut meliputi pengetatan biosecurity di area kandang dan pemberian bantuan disinfektan.
“Kami secara rutin melakukan desinfeksi pasar hewan dan desinfeksi kandang. Juga memberikan vitamin dan tambahan makanan dengan kualitas lebih baik,” tambah Nanang.
Pewarta: Ganda
Editor: 5093N9





