Ratusan Pelajar Menampilkan Tradisi Perang Bangkat di Festival Padang Ulanan 2026

Banyuwangi, Suaraindonesia.online- Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedayunan, Kecamatan Kabat, berubah menjadi panggung budaya dalam balutan Festival Padang Ulanan yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan Banyuwangi,Sabtu(18/04/2026).

Acara Festival Padang Ulanan mengangkat tema perang bangkat yang merupakan tradisi pernikahan Suku Osing.Pagelaran budaya ini di ikuti ratusan pelajar dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang memeragakan kostum dan juga berperan langsung dalam prosesi adat ini.Tradisi ini dikenalkan kembali sebagai bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi yang masih dijaga hingga kini.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian menyampaikan pesan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. “Inilah cara kita menunjukkan kebanggaan terhadap daerah kita, menunjukkan identitas kita Banyuwangi yang kaya seni budaya,” ujarnya.

Seusai sambutan, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian langsung membuka pagelaran budaya ini.

Perlu di ketahui, Perang Bangkat adalah tradisi pernikahan masyarakat Osing yang digelar untuk pasangan dengan susunan kelahiran tertentu: anak sulung dengan anak bungsu, sesama anak bungsu, atau sesama anak sulung. Disebut “perang” karena inti prosesi berupa adu argumentasi antara dua keluarga.Prosesi diawali arak-arakan mempelai pria bersama keluarga membawa Ubo Rampe atau seserahan. Isinya perlengkapan rumah tangga seperti bantal dan guling, alat dapur, hasil bumi, ayam kampung, telur, kelapa, beras kuning, hingga bunga pitung warna.

Setibanya di kediaman mempelai wanita, rombongan dihadang keluarga pihak perempuan. Kedua belah pihak dipisahkan selembar kain. Dua dalang kemudian tampil: Ki Bakat Waseso dari pihak perempuan dan Ki Bakat Purbo dari pihak laki-laki. Keduanya menyampaikan argumentasi yang diselingi pesan moral hingga kedua keluarga mencapai kesepakatan.

Dalam hal ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian, perwakilan Disbudpar Banyuwangi, Forkopimka Kabat, Korwilkersatdik Kecamatan Kabat, kepala sekolah, dan para guru khidmat menyaksikan rangkaian acara.

Para pelajar bergantian menampilkan berbagai kesenian seperti Tari Gandrung, tari kuntulan, gandrung marsan, seni lawak, hingga lagu-lagu Banyuwangi. Puncak acara diisi peragaan tradisi Perang Bangkat yang melibatkan guru dan siswa sebagai pemain.

Pewarta: Ganda

Editor: 5093N9

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *