Jaranan Campursari Singo Manggolo Meriahkan Dusun Karangsari Kedaleman, Tampilkan Kekayaan Budaya Bumi Blambangan

Banyuwangi, Suaraindonesia.online– Dusun Karangsari, Desa Kedaleman, Banyuwangi, bergemuruh dengan penampilan memukau dari Jaranan Campursari Singo Manggolo. Pertunjukan yang mengusung tema “Kesatria Bumi Blambangan” ini sukses memukau ratusan penonton yang memadati Desa kedaleman, pertunjukan panggung terbuka yang ada di Dusun Karangsari, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi pada hari Minggu 14/6/2026.

Jaranan Campursari Singo Manggolo menampilkan kolaborasi apik antara seni tari jaranan yang energik dengan alunan musik campursari yang merdu. Para penari dengan kostum megah dan gerakan dinamis berhasil membius penonton, sementara iringan musik campursari mengiringi setiap gerakan, menciptakan suasana yang semarak dan penuh semangat.

Bacaan Lainnya

Mas Imron Selaku ketua /pimpinam seni Jaranan campursari Singo Manggolo mengatakan, “Kami sangat bangga bisa mempersembahkan Jaranan Campursari Singo Manggolo di Dusun Karangsari. Pertunjukan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga upaya kami untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan seni budaya Banyuwangi, khususnya tradisi jaranan dan musik campursari,” ujar Mas Imron.

Tema “Kesatria Bumi Blambangan” diangkat untuk mengenang dan menghormati semangat para pejuang serta leluhur Banyuwangi. Melalui tarian dan musik, para penampil berusaha membangkitkan kembali jiwa kesatria dan kecintaan terhadap tanah Blambangan.

Salah seorang pelaku seni Alfian mengatakan, Penampilannya luar biasa! Gerakan tarinya sangat lincah dan musiknya membuat kita ingin ikut bergoyang. Sangat terasa semangat Bumi Blambangan-nya.

“Saya sungguh terkesan melihat penampilan jaranan campursari Singo Manggolo ini. Pertunjukan Jaranan Campursari ini sangat penting untuk menjaga denyut nadi seni pertunjukan lokal kita, ini bukan hanya hiburan tapi juga edukasi visual dan auditori tentang kekayaan budaya Banyuwangi, saya berharap semangat kolaborasi dan kreativitas seperti ini terus menyala di kalangan seniman Banyuwangi, “ucap Alpian.

Pewarta: David

Editor: 5093N9

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *