Operasional Bandara Siboru Fakfak Dipertanyakan, Otoritas Bandara Masih Bungkam Terkait Kekosongan Penerbangan

DAERAH, Nasional76 Dilihat

Redaksi: Rahman Permata

FAKFAK, 4 OKTOBER 2026 – Aktivitas penerbangan di Bandara Siboru Fakfak, Papua Barat, memicu pertanyaan besar dari masyarakat setempat. Hingga hari ini, fasilitas penerbangan yang dibangun sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dilaporkan mengalami kekosongan jadwal penerbangan regular. Namun, hingga saat ini Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Siboru belum memberikan komentar resmi atau pernyataan terkait penyebab terhentinya aktivitas penerbangan di sana.

Ketiadaan jadwal terbang di Bandara Siboru memicu keluhan dari para calon penumpang yang sangat bergantung pada konektivitas udara di wilayah Papua Barat. Beberapa pekan sebelumnya, wilayah udara Fakfak sempat menghadapi kendala cuaca buruk berupa angin kencang serta keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap musiman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kendala alam ini berulang kali memaksa maskapai membatalkan pendaratan demi keselamatan penerbangan.

Meski sempat ada penjelasan teknis mengenai gangguan cuaca pada penerbangan perintis dan komersial beberapa waktu lalu, hilangnya jadwal penerbangan secara total saat ini memicu spekulasi lain di tengah masyarakat. Beberapa pihak menduga minimnya jumlah maskapai yang melayani rute Fakfak hingga masalah infrastruktur runway yang dinilai perlu diperpanjang agar dapat didarati pesawat dari dua arah angin menjadi faktor penghambat operasional jangka panjang.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media ke kepala kantor UPBU Siboru Fakfak untuk mendapatkan kejelasan resmi mengenai langkah mitigasi dan kapan maskapai seperti Wings Air akan menjadwalkan ulang penerbangannya secara normal. Kendati demikian, pihak kepala bandara masih memilih untuk bungkam dan belum mengeluarkan rilis resmi terkait kepastian layanan bagi masyarakat Fakfak.

Warga berharap kepastian jadwal, keterjangkauan harga tiket, serta ketahanan operasional bandara terhadap perubahan cuaca lokal menjadi desakan utama masyarakat saat ini agar fungsi ekonomi bandara dapat dirasakan secara optimal(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *