Sumpah Pemuda 2026, Jumain Acang Tantang Pemuda Papua Barat Daya Beraksi Nyata di Tengah Krisis Kekeringan

DAERAH37 Dilihat

 

Redaksi: Si

SORONG, – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 tidak boleh berhenti pada seremoni dan slogan kebangsaan. Generasi muda Papua Barat Daya ditantang membuktikan semangat persatuan melalui aksi nyata, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan dampak kekeringan akibat fenomena El Niño.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Papua Barat Daya, Jumain Acang, S.Sos., menegaskan bahwa pemuda harus tampil sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat kepemudaan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau lantangnya seruan persatuan, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemuda sebagai agent of change sejatinya harus menjadi penggerak dan katalisator perubahan, baik di tingkat lingkungan maupun di tengah masyarakat. Animo pemuda untuk melakukan hal-hal positif di Papua Barat Daya menunjukkan adanya kepedulian terhadap sesama, terutama ketika masyarakat bersama-sama merasakan dampak kekeringan,” ungkap Jumain.

Kekeringan Jadi Ujian Kepedulian Pemuda

Jumain menilai, kondisi kekeringan yang berdampak pada kehidupan masyarakat menjadi ujian nyata bagi solidaritas generasi muda. Situasi tersebut menuntut pemuda untuk tidak sekadar menyaksikan kesulitan yang dihadapi warga, tetapi ikut mencari jalan keluar melalui gerakan sosial dan aksi kemanusiaan.

Ia mendorong generasi muda untuk menghidupkan semangat gotong royong, memperkuat kepedulian antarsesama, serta menginisiasi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, persoalan sosial tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau kelompok tertentu. Organisasi kepemudaan juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam membangun kepedulian dan menggerakkan masyarakat agar saling membantu.

Dalam kondisi sulit, kehadiran pemuda diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menumbuhkan harapan, mempererat hubungan sosial, dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Upacara

Memasuki peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Jumain mengingatkan bahwa makna historis 28 Oktober 1928 harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda terdahulu harus tetap hidup dalam perilaku dan kontribusi generasi muda masa kini.

Baginya, persatuan tidak cukup diucapkan dalam pidato atau digaungkan setiap peringatan hari besar nasional. Persatuan harus dibuktikan melalui kepedulian, kemampuan merangkul perbedaan, dan kemauan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.

Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat Papua Barat Daya, ia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan alasan untuk terpecah belah.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi modal sosial untuk memperkuat persaudaraan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mendukung pembangunan daerah.

“Harapan kami sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor, nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kesatuan tetap solid sebagai manifestasi Sumpah Pemuda,” tegasnya.

Pemuda Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Jumain berharap momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini dapat membangkitkan kembali komitmen generasi muda untuk menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, dan sejahtera.

Ia menilai, tantangan pemuda saat ini semakin nyata. Mereka tidak hanya dituntut mampu menjaga semangat kebangsaan, tetapi juga harus berani mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, generasi muda diharapkan terus membangun gerakan positif, memperkuat solidaritas lintas kelompok, dan menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Peringatan Sumpah Pemuda semestinya menjadi titik tolak untuk memperkuat gerakan kepemudaan yang produktif, peduli, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Semangat Sumpah Pemuda harus hidup dalam tindakan, bukan berhenti pada peringatan. Pemuda Papua Barat Daya diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, penjaga persaudaraan di tengah keberagaman, sekaligus mitra masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Bersatu, bergerak, dan berkarya untuk Papua Barat Daya yang lebih baik. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *