Operasi SAR Dihentikan, Satu ABK KMN Rizki Jaya Utama 01 Belum Ditemukan

Redaksi: Si

MERAUKE, 7 OKTOBER 2026 – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke resmi menutup operasi pencarian terhadap satu Anak Buah Kapal (ABK) bernama Salam, korban tenggelamnya kapal nelayan KMN Rizki Jaya Utama 01 di perairan Laut Arafura. Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut tanpa hasil.

KMN Rizki Jaya Utama 01 dilaporkan mengalami kebocoran serius dan tenggelam setelah dihantam gelombang besar pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dari total sembilan orang di atas kapal, delapan ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan KMN Fais Utama 57 yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun, satu ABK atas nama Salam dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menyatakan bahwa seluruh upaya optimal telah dikerahkan selama sepekan terakhir. Wilayah pencarian telah diperluas sesuai dengan perhitungan arah arus laut dan angin, melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, termasuk TNI AL, Satpolairud, serta nelayan setempat.

Penutupan operasi SAR ini dilakukan setelah melalui proses evaluasi mendalam bersama seluruh unsur yang terlibat, pihak pengelola kapal, dan pihak keluarga korban. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, operasi pencarian dihentikan pada hari ketujuh, namun pemantauan berkala akan tetap dilakukan. Jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali.

Pihak Basarnas Merauke menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan dan mengapresiasi kerja keras seluruh unsur gabungan serta komunitas nelayan yang telah membantu proses evakuasi dan pencarian sejak hari pertama kejadian.

# SELESAI #

Kontak Media:

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke

Email: [Alamat Email Humas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *