Genjot Konektivitas Trans-Papua, PPK 2.3 Kebut Jembatan Sinta 80 Persen dan Gandeng Warga Lokal Lewat Padat Karya

DAERAH, Nasional35 Dilihat

 

Redaksi: Abd Rahman 

PAPUA KEEROM, 22 OKTOBER 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Papua terus mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan perbatasan. Proyek strategis penanganan Jembatan Sinta pada Paket Penggantian Jembatan Ruas Yetti – Senggi – Mamberamo V (MYC) kini mencatatkan progres positif dengan realisasi fisik yang telah mencapai 80 persen.

Proyek yang dibiayai melalui dana APBN ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp62.560.365.700,00. Penanganan jembatan tersebut merupakan bagian vital dari upaya menyeluruh pemerintah untuk memastikan urat nadi transportasi logistik dari Distrik Senggi hingga kawasan sekitarnya di Kabupaten Keerom bebas dari hambatan geografis.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Rizki Elianto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pekerjaan di lapangan kini telah memasuki tahapan akhir yang krusial, termasuk penyelesaian pemasangan struktur rangka baja pada Jembatan Sinta .
“Saat ini progres fisik pembangunan Jembatan Sinta sudah menyentuh angka 80 persen.

Kami terus mengawal ketat sisa pekerjaan di lapangan agar infrastruktur dengan skema kontrak tahun jamak (MYC) ini selesai tepat waktu dan memiliki kualitas konstruksi terbaik yang tangguh menghadapi tantangan geografis serta cuaca ekstrem di pedalaman Papua,” ujar Rizki Elianto.
Selain fokus pada proyek infrastruktur utama berskala besar, PPK 2.3 juga berkomitmen penuh terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) secara swakelola yang memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) sebagai tenaga kerja utama dalam pekerjaan pemeliharaan, seperti pengecatan jembatan dan pembersihan bahu jalan.

Langkah inklusif dan progresif yang diambil oleh PPK 2.3 ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari tokoh serta elemen masyarakat Papua. Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Papua, Melky Rumbrawer, S.M., menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga lokal merupakan wujud nyata dari pembangunan yang berkeadilan.

“Sebagai anak daerah dan representasi masyarakat Papua, saya memberikan apresiasi tertinggi dan mendukung penuh progres pekerjaan yang dilakukan oleh PPK 2.3 di bawah kepemimpinan Bapak Rizki Elianto. Kebijakan merekrut Orang Asli Papua dalam proyek padat karya ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya membangun fisik infrastrukturnya saja, tetapi juga peduli pada pemberdayaan ekonomi langsung masyarakat di akar rumput,” ungkap Melky Rumbrawer.
Lebih lanjut, Melky menyatakan komitmen lembaga dan masyarakat untuk ikut mengawal kesuksesan proyek strategis ini hingga tuntas.

“Kami dari Lembaga Investigasi Negara beserta seluruh komponen masyarakat akan selalu mengawasi, menjaga, dan mengawal jalannya pekerjaan ini. Sinergi yang baik ini harus kita jaga bersama agar pemanfaatan jalan dan jembatan ini dapat segera dirasakan manfaatnya secara aman, nyaman, dan berkelanjutan demi kemajuan tanah Papua,” Tutup Melky Rumbrawer.(R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *