Dampak Efisiensi Anggaran 2026, Dinas PUPR Papua Tiadakan Proyek Pengecoran Jalan Arso

DAERAH27 Dilihat

KEROOM 21 OKTOBER 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua bersama Komisi IV DPR Papua memastikan bahwa tidak ada proyek pengecoran (rigid pavement) skala besar untuk ruas jalan Arso pada Tahun Anggaran 2026.

Langkah ini diambil menyusul kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Sebagai gantinya, alokasi dana yang terbatas pada tahun ini akan difokuskan sepenuhnya untuk menjaga fungsi jalan (pemeliharaan rutin) agar aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Keerom tidak terganggu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Papua menjelaskan bahwa penanganan ruas jalan Arso pada tahun 2026 diarahkan pada aspek keselamatan dan ketahanan jalur, bukan peningkatan kapasitas. “Mengingat keterbatasan anggaran, fokus kami adalah memastikan jalan tetap fungsional. Tahun ini anggaran dialokasikan untuk pemeliharaan bahu jalan serta pembangunan penahan lereng atau bronjong pada titik-titik rawan,” ujarnya setelah melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPR Papua.

Selain pergeseran fokus ke pemeliharaan rutin, paket pekerjaan fisik jalan provinsi di wilayah Keerom untuk tahun anggaran ini juga disesuaikan menjadi paket-paket berskala kecil.

Setiap paket kerja bernilai sekitar Rp100 juta dan diprioritaskan pengajuannya untuk melibatkan pengusaha lokal Orang Asli Papua (OAP).

Terkait dengan jalan penghubung yang sempat dibangun masif di area sekitar, seperti ruas Warbo (Arso 7) – Jaifuri (Arso 3) sepanjang 10,3 kilometer, PUPR menegaskan bahwa proyek tersebut bersumber dari dana pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) APBN, bukan dari APBD Provinsi. Sementara itu, kelanjutan penanganan untuk sisa ruas jalan yang menghubungkan Arso 3 dan Arso 4 saat ini masih dalam tahap sinkronisasi status aset antara Pemerintah Kabupaten Keerom dan Pemerintah Provinsi Papua.

Pemerintah Provinsi Papua berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi keterbatasan fiskal ini dan menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan keselamatan pengguna jalan melalui pemeliharaan intensif yang ada.(RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *