Komnas Anak Kabupaten OKU Ultimatum Secara Keras Untuk Pelaku Penganiaya Anak Di bawah Umur Yang Dialami Gilang

Baturaja,suaraindonesia.online, 

Seorang ibu rumah tangga, Rizka Ariyesa, didampingi Penerima Mandat Perlindungan Anak Kab.OKU Ibu Aida Ginting ,Spd,M.Si melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa anaknya, Gilang, berusia 12 tahun, ke bagian SPKT Polres OKU pada Minggu, 12 Mei 2024. Kejadian tersebut terjadi saat Gilang menghadiri acara marhabah di Kampung 1, Jalan Masjid Al-Falah, Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Rizka Ariyesa, Gilang anak nya dianiaya oleh dua orang lelaki dewasa yang diketahui bernama Ewang dan Ando. Gilang menyatakan bahwa perselisihan terjadi saat ada peristiwa berebut bendera di acara tersebut, yang kemudian berujung pada penganiayaan .Sang ibu, Rizka Ariyesa, atas kejadian yang menimpa anak nya memohon kepada pihak kepolisian, khususnya Polres OKU, untuk segera menangkap dan memproses hukum kedua pelaku atas perbuatannya.

Dalam tanggapannya, Rizka Ariyesa menegaskan pada portal ini bahwa berdasarkan keterangan anak kandung nya sebagai korban, anak kandung nya telah dianiaya dengan cara ditampar oleh kedua pelaku sebagai terlapor, anak kandung nya tersebut ditampar oleh kedua pelaku dibagian muka sebelah kiri yang mengakibat kan luka lebam kedua pelaku merupakan dua bersaudara dari desa kedaton yang sedang menghadiri acara marhabah

Didesa lubuk batang lama. ” Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu, saya saja tidak pernah menampar anak saya apalagi anak saya tersebut adalah bocah umur 12tahun yang belum mengerti apa apa, saya mohon kepada Bapa kok polisi untuk menangkap kedua pelaku itu, saya pengen keadilan.” Ungkap yesa sambil menangis.

Aida Ginting selaku Mandataris pusat Komnas perlindungan Anak Kab.Ogan Komering Ulu, turut prihatin atas kejadian ini,Ibu Aida mengatakan,,pihaknya saat ini akan mendampingi serta mengawal kasus dugaan kekerasan anak yang dilaporkan oleh Ibu Korban, Riska aryesa ,berdasarkan UU tentang perlindungan anak. Kekerasan terhadap anak diatur dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Keberadaan Komnas Anak Kab.OKU berfungsi sebagai lembaga pengamat dan pengaduan apabila terdapat permasalahan pada anak, memberikan layanan bantuan hukum, melakukan pengkajian terhadap kebijakan dan perundang-undangan, serta mempromosikan pendidikan dan penyulihan mengenai pemenuhan hak anak.dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.tegas Aida Ginting.

PPA Perlindungan Perempuan dan Anak Polres OKU menyatakan akan segera melakukan penyelidikan dan memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka memastikan akan memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, serta akan menindaklanjuti laporan yang telah diajukan oleh Rizka Ariyesa.

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *