Redaksi: Si
JAKARTA, – Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi tinggi gelombang laut yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik dan dinamika atmosfer, BMKG menjelaskan, sejumlah wilayah laut di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang selama periode 19 hingga 22 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Fenomena ini dipengaruhi oleh adanya Siklon Tropis Nokaen yang terpantau di Laut Filipina timur Manila, serta Bibit Siklon Tropis 96S dan 97S yang terdeteksi di Samudra Hindia barat Australia.
Ketiganya berperan dalam memicu peningkatan kecepatan angin dan gelombang, terutama di wilayah perairan Indonesia bagian selatan dan timur.
Pola angin dominan di Indonesia bagian utara bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sementara di wilayah selatan dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan angin 8-30 knot.
BMKG menegaskan, peningkatan tinggi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry yang beroperasi di wilayah perairan terdampak.
Wilayah dengan Potensi Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 meter:
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh
Laut Natuna Utara
Selat Karimata bagian utara
Selat Karimata bagian selatan
Laut Jawa bagian barat
Laut Jawa bagian tengah
Laut Jawa bagian timur
Laut Bali
Laut Flores
Laut Sumbawa
Teluk Bone
Selat Makassar bagian selatan
Selat Makassar bagian tengah
Selat Makassar bagian utara
Laut Sulawesi bagian barat
Laut Sulawesi bagian tengah
Selat Makassar bagian tengah
Selat Makassar bagian utara
Laut Sulawesi bagian barat
Laut Sulawesi bagian tengah
Laut Sulawesi bagian timur
Laut Maluku
Laut Banda
Laut Seram
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Samudra Pasifik utara Papua Barat
Samudra Pasifik utara Papua
Wilayah dengan Potensi Tinggi
Gelombang 2.5 – 4.0 meter:
Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
Samudra Hindia selatan Bali
Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat
Samudra Hindia selatan Bali
Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat
Samudra Hindia selatan Nusa
Tenggara Timur
Laut Sawu
Laut Arafuru bagian barat
Laut Arafuru bagian tengah
Laut Arafuru bagian utara
Laut Arafuru bagian timur
BMKG mengimbau agar pelaku kegiatan kelautan, khususnya nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang tinggi ini.
Perahu nelayan berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter, kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan gelombang 1.5 meter, serta kapal ferry sangat berisiko pada angin 21 knot dengan gelombang mencapai 2.5 meter.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG dan menghindari pelayaran di wilayah-wilayah yang telah diperingatkan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem yang dapat berubah secara tiba-tiba.(*)





