Redaksi: Si
Merauke – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI menugaskan Perum Bulog Cabang Merauke menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa bantuan beras untuk periode Juli hingga September 2026. Khusus Provinsi Papua Selatan, sebanyak 2.239.830 kilogram atau sekitar 2.240 ton beras disiapkan untuk 74.661 penerima bantuan pangan (PBP).
Penugasan tersebut berdasarkan Surat Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 308/TS.03.03/K/07/2026 tertanggal 13 Juli 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk Bantuan Pangan periode Juli-September 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Merauke Fajar Muhamad Dirgantara mengatakan penyaluran di Papua Selatan mencakup empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Selain empat kabupaten tersebut, Bulog Cabang Merauke juga mendapat tugas menyalurkan bantuan pangan ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Di wilayah itu, bantuan ditujukan kepada 61.243 PBP dengan alokasi sekitar 1.837 ton beras. Kamis (20/08/2026).
Khusus Kabupaten Merauke, pemerintah mengalokasikan 826.260 kilogram atau sekitar 826 ton beras bagi 27.542 penerima yang tersebar di 22 distrik serta 190 kelurahan dan kampung.
Dengan penyaluran selama tiga bulan, jumlah beras yang didistribusikan di Merauke mencapai sekitar 275 ribu kilogram setiap bulan.
Berbeda dengan periode sebelumnya, bantuan pangan periode Juli-September 2026 kali ini berupa beras medium sebanyak 10 kilogram untuk setiap penerima per bulan, tanpa tambahan minyak goreng.
Bulog menyebut program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di daerah.
Dalam pelaksanaan distribusi, Bulog mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Merauke, Polres Merauke, Kodim 1707/Merauke, serta berbagai pihak yang selama ini ikut mengawal program pangan pemerintah.
Bulog juga memastikan penyaluran akan dilakukan sesuai ketentuan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze menegaskan pemerintah daerah siap mengawal distribusi bantuan hingga ke tingkat distrik, kelurahan, dan kampung.
Menurut Yoseph, bantuan pangan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras. Program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli, mengendalikan inflasi, serta mencegah gejolak akibat persoalan pasokan maupun harga pangan.
Bantuan tersebut diprioritaskan kepada masyarakat yang masuk kelompok sasaran penerima, termasuk warga dalam kelompok desil 1 hingga desil 5.
Karena itu, Yoseph meminta kepala distrik, lurah, hingga aparat pemerintahan kampung ikut mengawasi proses distribusi. Unsur TNI dan Polri juga dilibatkan agar bantuan sampai kepada penerima yang berhak.
“Mari kita bersama-sama menyalurkan dan mengawasi bantuan ini agar benar-benar tepat sasaran sampai ke tangan penerima manfaat. Sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri serta Bulog sangat penting agar pelaksanaan distribusi triwulan ini berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Yoseph.
Pemkab Merauke turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog atas keberlanjutan program bantuan pangan tersebut.
Pemerintah daerah berharap distribusi ratusan ton beras itu tak hanya meringankan kebutuhan masyarakat, tetapi juga membantu menjaga pasokan dan stabilitas harga beras hingga ke distrik dan kampung di Kabupaten Merauke. (*)







