Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Hasbiallah Ilyas Perkuat Nilai Kebhinekaan di Jakarta Timur

Jakarta Timur, Dewanpres.com – Anggota MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Hasbiallah Ilyas, kembali melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Ke-4 Tahun 2026 bersama warga di RW 07, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, pada 17 Maret 2026.
Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, pemuda, serta warga setempat tersebut mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara.” Tema ini dinilai penting untuk terus disosialisasikan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam paparannya, Hasbiallah Ilyas menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan negara, melainkan nilai luhur yang harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan bangsa. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hasbiallah Ilyas di hadapan peserta sosialisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan kehidupan berbangsa di era modern menuntut masyarakat untuk semakin mengedepankan sikap toleransi, saling menghormati, dan menjaga kerukunan antarwarga. Dengan memahami makna Bhinneka Tunggal Ika secara utuh, masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi, termasuk saat sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan kebangsaan serta upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Hasbiallah Ilyas berharap nilai-nilai kebangsaan semakin tertanam kuat di tengah masyarakat, sehingga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dapat terus terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *