Redaksi: Si
Merauke,Papua Selatan – Kondisi jalan rusak parah di Kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, kembali menjadi perhatian publik setelah unggahan warga di media sosial viral dan menuai beragam respons.
Kampung Tomerau bukan viral karena melimpahnya hasil ikan atau daging, melainkan karena akses jalan kampung yang tidak lagi layak dilalui.
kondisi jalan yang kini lebih menyerupai rawa berlumpur, terutama saat musim hujan.dikatakan salah seorang masyarakat di Kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai,kepada.media.ini
“Sekarang ini sudah tidak bisa dipanggil jalan, tapi rawa. Kami bertanya, apakah masih ada yang mau membantu memperbaiki jalan kami di Kampung Tomerau,” kata warga yang bernama Moses
Moses Warga Tomerau menegaskan bahwa persoalan ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah dialami setiap tahun. Kondisi jalan yang rusak berkepanjangan itu membuat masyarakat terus hidup dalam keterbatasan akses, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan.
Moses menyampaikan bahwa masyarakat Kampung Tomerau sudah lama menanti perbaikan jalan, namun hingga kini belum ada realisasi. la menegaskan bahwa situasi akan semakin berat karena musim hujan telah tiba dan dampaknya dirasakan lebih parah dibanding sebelumnya.
“Kami masyarakat Kampung Tomerau menanti dan menunggu perbaikan jalan sampai saat ini belum juga ada. Sekarang musim hujan sudah tiba dan kami akan menderita lebih dari sebelumnya,” Kata Moses
la juga meminta perhatian langsung dari pemerintah Pusat Presiden Prabowo Gubernur Papua Selatan dan Bupati Merauke agar melihat kondisi yang dialami masyarakat di kampung kami.
Kami berharap pemerintah tidak terus mengabaikan mereka dan menjadikan Tomerau sebagai wilayah yang terpinggirkan dari pembangunan infrastruktur dasar.
Keluhan ini mencerminkan persoalan klasik di wilayah kampung, di mana akses jalan yang buruk berdampak pada ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Warga Kampung Tomerau berharap adanya langkah nyata agar akses jalan segera diperbaiki dan kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih layak.
Komfirmasi hal ini kepada.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot, ST, MT menyampaikan melalui Hanphone seluler kepada media suaraindonesia menjelaskan Jalan ini sudah sering kami usulkan Tapi berdasarkan pertimbangan teknis harus mulai dari Merauke Ndalir karena menyangkut mobilisasi ke tomerau yang sulit. tidak bisa cepat karena anggaran yang terbatas.dampak efisiensi DAU INFRASTRUKTUR sudah tidak ada lagi didaerah
Dan perlu komitmen bersama untuk masyarakat tidak lagi melakukan penambangan pasir sehingga memperburuk kondisi jalan dan jembatan tutup Leo(*)





