Redaksi: Si
TIMIKA, – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor non subsidi gas LPG milik PT Sinar Murni Papua di SP II Kompleks PT Indo Papua, Kabupaten Mimika, Kamis (21/5/2026).
Sidak tersebut dilakukan guna memastikan distribusi gas LPG di wilayah Mimika tetap berjalan normal serta stok tersedia aman bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya, Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti dalam distribusi LPG di Kabupaten Mimika.
“Sementara ini tidak ada kendala dalam distribusi di sini. Kami melakukan pengawasan untuk memastikan stok tetap aman sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kapolda juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak distributor, stok maupun distribusi LPG kepada masyarakat masih berjalan lancar.
“Tadi kita mendapat update dari distributornya, sejauh ini stok dan distribusi ke masyarakat masih berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Untuk memperketat pengawasan, Kapolda mengaku telah membentuk surat perintah (sprint) khusus bagi jajaran kepolisian guna mengawasi distribusi LPG dan BBM subsidi di wilayah Papua Tengah.
Ia memerintahkan seluruh personel di lapangan untuk terus memantau perkembangan stok dan harga di tengah masyarakat guna mencegah terjadinya penyimpangan maupun penimbunan.
“Saya perintahkan seluruh jajaran untuk terus meng-update kondisi stok dan harga di tengah masyarakat. Jangan sampai ada penyimpangan ataupun penimbunan,” katanya.
Selain pengawasan LPG, distribusi BBM subsidi juga menjadi perhatian serius Polda Papua Tengah. Kapolda menegaskan tidak akan memberi ruang bagi oknum distributor yang mencoba memainkan harga maupun melakukan penimbunan.
“Kalau ada oknum distributor bermain-main dengan melakukan penimbunan atau memainkan harga, jelas perintahnya lakukan penindakan hukum,” tegasnya.
Menurut Kapolda, di tengah kondisi global yang belum menentu, para distributor diharapkan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha mereka.
“Kita harapkan para distributor bisa menjalankan usahanya dengan baik, tanpa melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan distributor non subsidi gas LPG PT Sinar Murni Papua, Putri Sultan memastikan stok LPG di Kabupaten Mimika masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Untuk saat ini stok kita aman untuk menyuplai kepada masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kondisi yang sempat terjadi di tengah masyarakat lebih disebabkan kepanikan warga yang membeli gas LPG secara berbondong-bondong sehingga memunculkan kesan adanya kelangkaan.
“Memang sempat masyarakat panik dan datang berbondong-bondong sehingga disebut kelangkaan. Padahal sebenarnya tidak ada kelangkaan,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga LPG saat ini dipengaruhi adanya penyesuaian harga dari Pertamina serta biaya transportasi distribusi menuju Mimika. Untuk LPG ukuran 12 kilogram, harga berada di kisaran Rp410 ribu per tabung.
Distributor juga memastikan distribusi LPG kini telah kembali normal dan penyaluran dilakukan melalui kios, toko, serta agen resmi di wilayah Mimika.
“Sekarang suplai dari Pertamina tetap berjalan. Total stok yang kami tahan cukup untuk satu minggu dan barang kita juga masih ada dalam perjalanan,” pungkasnya. (Red)






