Redaksi: Si
Jayapura- Warga Jayapura diresahkan para oknum sopir taksi konvensional yang makin sering merazia telepon genggam mereka saat menjemput kerabat dari Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua.
Aksi premanisme tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, hingga menuai berbagai respons negatif, terlebih merusak citra bandara kebanggaan masyarakat Papua.
Peristiwa ini pun sampai ke telinga Kepala Polsek Kawasan Bandara Sentani, Inspektur Satu Wajedi.
Ia lalu melakuklan patroli dialogis dengan melibatkan 25 perwakilan pengemudi yang bernaung di bawah koperasi penyedia jasa layanan angkutan resmi bandara.
Ini dilakukan guna mencegah potensi konflik horizontal dan menjaga kenyamanan pengguna jasa di gerbang udara utama Papua.
Iptu Wajedi menyoroti maraknya keluhan masyarakat di media sosial terkait ketidaknyamanan penumpang akibat polemik penjemputan oleh transportasi berbasis aplikasi atau daring (online) di area bandara.
Untuk itu, Wajedi meminta seluruh operator angkutan bandara untuk tetap mengedepankan pola komunikasi yang persuasif, santun, dan humanis dalam menegakkan aturan maupun kesepakatan bersama yang berlaku di internal bandara.
“Jangan ada tindakan sepihak yang bersifat memaksa, seperti memeriksa telepon genggam (sweeping aplikasi) maupun barang bawaan milik penumpang.”
“Tindakan tersebut melanggar privasi, menimbulkan ketidaknyamanan, dan berpotensi memicu keributan. Jika ada persoalan di lapangan yang buntu, silakan koordinasikan dengan Polsek Bandara untuk dimediasi,” kata Wajedi, kepada Wartawan
Wajedi juga mengajak seluruh pengemudi taksi untuk bersama-sama merawat situasi yang kondusif di lingkungan tempat mereka mencari nafkah.(*)






