Suaraindonesia
KOTA BEKASI — Kebakaran lahan melanda kawasan di belakang Asrama Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 7/Biringgalih, wilayah Bantargebang, Kota Bekasi, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekira pukul 11.50 WIB. Kebakaran dipicu suhu udara yang panas dan kering.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, lahan yang terbakar seluas sekitar 2.000 meter persegi tersebut merupakan milik Ibu Amira (berdomisili di Jakarta). Lokasi lahan berada di samping Pabrik PT UNiLON, lingkungan yang tercakup dalam wilayah RT 03 Bantargebang.
Mendapat laporan dari warga, personil Yonarmed 7/Biringgalih segera bergerak ke lokasi guna melakukan pemadaman. Satuan mengerahkan mobil pemadam kebakaran milik Yonarmed 7/Biringgalih yang dioperasikan langsung oleh anggota satuan, bekerja secara bersama-sama serta warga sekitar untuk menjinakkan api dan mencegah meluasnya kobaran ke area yang lebih luas.
Komandan Batalyon Armed 7/Biringgalih, Letkol Arm Vicky H.M., menegaskan bahwa kecepatan respon dan kerja sama antarunsur menjadi kunci penanganan bencana di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses penanganan kebakaran. Sinergitas antarunsur sangat dibutuhkan agar api dapat segera dipadamkan dan kerugian dapat diminimalisir. TNI selalu siap berada di tengah masyarakat saat dibutuhkan.” Tegas Letkol Arm Vicky H.M., Komandan Batalyon Armed 7/Biringgalih
Berkat respons cepat dan kerja sama yang terjalin antara anggota Yonarmed 7/Biringgalih melalui mobil damkar satuan yang dioperasikan langsung di lapangan serta warga, upaya pemadaman dapat berjalan efektif. Kehadiran satuan ini sekaligus mempertegas kesiapan dan komitmen TNI untuk selalu bersinergi serta hadir di garis depan penanganan bencana demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas.







