Tidak Ada Dualisme: Ketua PGRI Sodiq Siap Melakukan Pendampingan Di Anggota Yang Kena Masalah

Banyuwangi,- Mendengar kasus Kepala Sekolah (Kasek) 1 Singojuruh yang diminta mundur oleh komite dari jabatannya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi M.Sodiq langsung mengambil sikap cepat, menemui dua belah pihak untuk menanyakan problem sebenarnya.

“Tetapi, dalam hal ini saya sangat menyayangkan sekali kejadian seperti ini bisa terjadi. Seharusnya, keduanya harus bisa bersinergi demi untuk kemajuan sekolah”,ungkap Sodiq saat di wawancarai di kantornya di SMPN 1 Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Sodiq menerangkan seandainya ada masalah seharusnya di selesaikan dengan cara duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik. Dalam konteks ini, komite tidak bisa sewenang wenang karena Kasek itu di angkat dan di Dinaskan langsung oleh Bupati, jadi tidak bisa semerta merta di suruh mundur dengan alasan ini itu.

“Seandainya, benar ada masalah seharusnya pihak komite langsung melaporkan ke Bupati, Dinas, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar di kroscek kebenarannya”,terangnya.

Sodiq menambahkan PGRI dalam probem yang di alami Kasek SMP 1 Singojuruh siap melakukan pendampingan anggota yang kesandung masalah, dikarenakan kasek ini masih menjadi anggota kita apapun itu wajib di dampingi. imbuhnya.

Di singgung dualisme ketua PGRI Banyuwangi, Sodiq menjawab tidak ada dualisme. Saya ini di angkat melalui PAW dengan jabatan mulai 2024 hingga 2025,di karenakan kepala yang lama di vakumkan. Jadi ketua PGRI Banyuwangi yang sah adalah saya, yang bernaung di pusat ikut Prof.Dr.Unifah Rosyidi,M.Pd. yang sah menjadi ketua PGRI pusat. Jadi setelah selesai masa jabatan ini pada tahun 2025, baru di adakan pilihan lagi. tegasnya.

Pewarga: Ganda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *