Kirab Akbar Sepuluh Ewu Kembang Endog Gemparkan Desa Kaotan: Tradisi Unik yang Memukau

Banyuwangi, Suaraindonesia.online- Desa Kaotan, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Blimbingsari,Kabupaten Banyuwangi, baru-baru ini menjadi pusat perhatian dengan penyelenggaraan kirab akbar sepuluh ewu kembang endog. Acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah manifestasi dari kekayaan budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejarah dan Makna Kembang Endog:
Kembang endog, atau bunga telur, memiliki makna mendalam dalam tradisi masyarakat Kaotan. Biasanya, kembang endog digunakan sebagai bagian dari upacara pernikahan, khitanan, atau acara penting lainnya. Simbolisme telur sebagai lambang kesuburan, kehidupan baru, dan harapan, menjadikan kembang endog sebagai elemen penting dalam setiap perayaan.

Bacaan Lainnya

Acara Kirab Akbar Sepuluh Ewu Kembang Endog dihadiri Anggota DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila, Dinas Pariwisata, DPMD Banyuwangi, Forkopimda Blimbingsari, Ketua ASKAB Banyuwangi, Tokoh masyarakat beserta Pemdes Desa Kaotan.

Persiapan dan Pelaksanaan Kirab
Persiapan kirab akbar ini memakan waktu berbulan-bulan. Warga desa bahu-membahu membuat ribuan kembang endog dari berbagai bahan, mulai dari kertas warna-warni, kain, hingga bahan-bahan alami seperti janur kuning. Setiap kembang endog dibuat dengan penuh cinta dan perhatian, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di desa Kaotan.

Pada hari pelaksanaan ribuan kembang endog diarak keliling desa dalam sebuah kirab yang meriah. Para peserta kirab mengenakan pakaian adat, menari, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Aroma dupa dan alunan gamelan menambah suasana sakral dan khidmat.

Dalam sambutannya Kepala Desa Kaotan Moh Nurhairi mengatakan, “Saya sangat bangga kepada warga Desa yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan Kirab Akbar ini, acara ini bukti nyata bahwa kita mampu melestarikan tradisi leluhur dan menjadikannya daya tarik yang memebanggakan dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya kita bisa, Kirab ini memiliki dampak positif bagi masyarakat desa untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan juga mampu mendongkrak ekonomi lokal dan saya berharap kirab ini menjadi agenda tahunan, ” ucapnya.

Sementara itu Marifatul Kamila juga menyampaikan, “Kirab ini bukan hanya acara seremonial tetapi memiliki nilai historis dan filosofi yang mendalam, ini representasi dari kekayaan Banyuwangi yang harus kita jaga, saya berharap agar giat ini dapat dilaksanakan dimasa mendatang dan juga betapa pentingnya sinergitas pemerintah dan masyarakat untuk menjadikannya destinasi wisata budaya yang berdaya asing, ” pungkasnya.

Dampak Positif bagi Masyarakat
Kirab akbar sepuluh ribu kembang endog bukan hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat desa Kaotan. Acara ini berhasil meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan antar warga. Selain itu, kirab ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak perekonomian lokal.

Harapan ke Depan
Dengan suksesnya penyelenggaraan kirab akbar ini, masyarakat desa Kaotan berharap tradisi kembang endog dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Mereka juga berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin meriah dan mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi desa.

Disisi lain Tony Kuswoyo selaku panitia kirab mengatakan, “Sangat luar biasa antusiasme warga Kaotan terhadap acara kirab ini dan ini sangat memukau dan kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya dan dukungan semua pihak kirab akbar ini terwujud dan Kirab ini bukti nyata komitmen kita dalam melestarikan budaya lokal dan kirab ini bukan hanya tradisi tetapi juga bentuk rasa syukur dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, ” tutupnya.

Kirab akbar sepuluh ewu kembang endog di desa Kaotan adalah bukti nyata bahwa tradisi dan budaya dapat menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Semoga semangat ini terus membara dan menginspirasi desa-desa lain di seluruh Indonesia.

Pewarta: 9U5’3
Editor: 5093N9

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *