Bincang Ringan Bersama Tgk. Agustari Husni, Keadaan Suatu Kaum Tidak Akan Berubah Hingga Mereka Merubah Keadaan Mereka Sendiri

Suaraindonesia.online — Bincang Ringan Bersama Tgk.Agustari Husni pada hari Ahad(minggu) 26-mei 2024, yang dimana topik diangkat Keadaan Suatu Kaum Tidak Akan berubah hingga mereka merubah keadaan mereka sendiri, bertempatkan di balai Pengajian TPA Baitul Muarrif Kampong Pulo Kedep Kota Subulussalam.

Tgk. Agustari Husni, S.Pd.I.,M.Pd menyebutkan Hendaklah setiap orang mengubah dirinya yaitu dengan mengubah aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalahnya. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan mereka sendiri” (QS. Ar Ra’du [13] : 11)

Bacaan Lainnya

Sambungnya, ada baiknya kita renungkan untuk introspeksi diri kita masing-masing, Jika mereka suka korupsi, begitulah keadaan pemimpin mereka. Jika mereka suka “suap”, maka demikian pula keadaan pemimpinnya. Jika mereka suka akan maksiat, demikianlah yang ada pada pemimpin mereka. Jika setiap warga memikirkan hal ini, maka tentu mereka tidak sibuk mengumbar aib penguasa dimuka umum

Lebih lanjut Tgk. Agus menjelaska, Merujuk pada,Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,
وتأمل حكمته تعالى في ان جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس اعمالهم بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم فإن ساتقاموا استقامت ملوكهم وإن عدلوا عدلت عليهم وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق ونحلوا بها عليهم وإن اخذوا ممن يستضعفونه مالا يستحقونه في معاملتهم اخذت منهم الملوك مالا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة فعمالهم ظهرت في صور اعمالهم وليس في الحكمة الالهية ان يولى على الاشرار الفجار الا من يكون من جنسهم ولما كان الصدر
“Sesungguhnya diantara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan warga seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka, jelasnya.

Jika warga lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika warga adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika warga berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim, paparnya.

Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah warga, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika warga menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak warga dan enggan menerapkannya,ujarnya.

Dikatakanya, Jika dalam muamalah warga mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari warganya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat, terangnya.

Setiap yang warga ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan, ucapnya.

Dengan demikian setiap amal perbuatan warga akan tercermin pada amalan penguasa mereka.

Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan Warganya.

Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika warga mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak.”paparnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu’awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita.

Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi Warga pada saat itu, Imbuh Tgk. Agustari Husni, S.Pd.I.,M.Pd Pada perbincangan tersebut.(H@r)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *