Stok Beras Bulog Capai Rekor 

 

Redaksi: Si

JAKARTA -Pemerintah mencatat sejarah baru dalam cadangan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Amran menyebut capaian tersebut pertama kali terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, pemerintah optimistis stok beras masih akan terus bertambah hingga menembus 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026.

“Hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton, mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton, dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Amran di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, tingginya stok beras nasional sejalan dengan peningkatan produksi padi dalam negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional mencapai 34,6 juta ton.

Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan produksi Indonesia mencapai 36 juta ton. Sedangkan Departemen Pertanian Amerika Serikat memproyeksikan angka produksi sebesar 34,6 juta ton.

“Jadi tiga data, data dunia, dari dunia maupun nasional, mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu surplus 4 juta ton, bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian,” tegas Amran.

Sebelumnya, Perum Bulog juga mengumumkan stok beras nasional yang tersimpan di gudang Bulog telah mencapai 5,3 juta ton hingga Mei 2026.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penguasaan cadangan pangan oleh Bulog terus meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, stok CBP tercatat sekitar 4,2 juta ton.

Syukur Alhamdulillah sampai di bulan Mei ini sampai 5,3 juta ton. Ini di tanggal 11 (Mei 2026),” ujar Ahmad saat ditemui di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).kemarin

la menegaskan capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 59 tahun Bulog berdiri.

Selama 59 tahun berdirinya Bulog sampai dengan hari ini, capaian tertinggi ya hari ini. suatu capaian yang luar biasa dan membanggakan, ini semua bukan hanya kerja Bulog, namun ini kerja kita bersama,” ungkap dia.

Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada petani, penggilingan padi, hingga aparat TNI dan Polri yang turut mendukung peningkatan cadangan beras nasional.

“Mulai dari bapak-bapak para petani, pahlawan bangsa, kemudian para produsen khususnya para penggilingan-penggilingan. Kemudian teman-teman Bulog, teman-teman TNI/Polri,” tuturnya.

Dengan stok beras yang melimpah, Bulog memastikan stabilisasi harga pangan nasional akan tetap terjaga, baik untuk beras mediun premium, maupun komoditas lain seperti minyak goreng dan jagung.

“Jadi Bulog juga menjaga stabilisasi harga, baik mulai pembelian harga gabah di sawah, yaitu sesuai dengan Inpres (Nomor 4 Tahun 2026), yaitu Rp 6.500 per kilogram,” kata dia.

“Kemudian penjualan juga sesuai dengan HET yang mana beras medium adalah Rp 12.500 dan beras premium adalah Rp 14.900. Termasuk juga minyak kita Rp 15.700 dan jagung Rp 5.400 per kilogram,” dia menambahkan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *