Sambas, Suaraindonesia.online- Polsek Pemangkat menangkap 15 remaja membawa berbagai senjata tajam (sajam) di wilayah Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, pada Jumat 23 Januari 2026 dini hari WIB.
Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko mengatakan kalau informasi yang viral di media sosial sekelompok pemuda yang diduga akan melakukan tawuran di kawasan Jembatan sungai Sambas Besar (JSSB) benar.
“Namun insiden tawuran belum terjadi. Sekelompok pemuda tersebut telah diamankan di Polsek Pemangkat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Bagaimana kronologi penangkapan 15 remaja itu?
Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu menjelaskan pengamanan bermula dari laporan masyarakat soal adanya sekelompok remaja yang berjalan kaki sambil mengusung sajam di Jalan Pembangunan depan Jalan Badak Putih, Desa Lonam, Kecamatan Pemangkat.
“Anggota piket langsung menuju TKP, melakukan penelusuran dan bertemu warga yang telah mengamankan salah satu remaja,” kata AKP Ronald Deny Napitupulu.
AKP Ronald mengungkapkan, dari pengakuan remaja tersebut personel menuju lokasi tempat berkumpul kelompoknya di sebuah rumah di Jalan Anom Gang Basuni, Desa Gugah Sejahtera, Kecamatan Pemangkat.
Dari hasil pengecekan dan penggeledahan, ditemukan berbagai jenis sajam yang dibawa dan digunakan oleh para remaja.
AKP Ronald menambahkan, sebanyak 15 remaja tersebut berusia antara 14 hingga 21 tahun. Mereka merupakan warga Kecamatan Pemangkat beserta sekitarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan A, warga Tebas, kelompok tersebut sempat terlihat sekira pukul 00.25 WIB membentuk rombongan menggunakan sepeda motor dari Pemangkat menuju Sambas.
“Dengan dua motor membawa diduga sajam. Sekira pukul 00.40 WIB, rombongan tersebut kemudian berbalik arah menuju Pemangkat,” katanya.
Selanjutnya, sekira pukul 01.10 WIB, Saksi lain R yang sedang dalam perjalanan dari Singkawang menuju Tebas berpapasan dengan rombongan pemuda tersebut di Desa Perapakan Besi.
AKP Sadoko menjelaskan, polisi mengimbau masyarakat terutama orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak agar terhindar dari premanisme, aksi tawuran dan pelanggaran membawa sajam.
Pewarta: Supri





