OSO Tiba di Kalbar, Disambut Hangat oleh Ketua KONI Kal-Bar Daud Yordan

Pontianak. Suaraindonesia.online- Ketua Umum KONI Kalimantan Barat (Kalbar) Daud Yordan, bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Kalbar, M. Saupi, hadir menjemput kedatangan tokoh nasional asal Kalbar, Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (OSO), di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu (21/1/2026).

Dalam rombongan tersebut, OSO turut memboyong dua tokoh nasional, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD dan Rocky Gerung, yang dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting selama berada di Kalbar.

Kedatangan Ketua Umum DPP Partai Hanura tersebut juga disambut langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, serta Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Lalu Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Bupati Mempawah Erlina. Sejumlah tokoh daerah turut hadir menyambut kepulangan OSO ke tanah kelahirannya.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan nuansa adat Melayu. OSO disambut melalui tradisi tepung tawar sebagai simbol doa dan penghormatan, yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Melayu Kalbar.

Selain itu, pemasangan tanjak serta iringan musik Melayu turut mengiringi langkah OSO setibanya di bandara. Tradisi tersebut mencerminkan rasa hormat dan kebanggaan masyarakat Kalbar terhadap sosok OSO sebagai tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar bagi daerah dan bangsa.

Kedatangan tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (OSO), di Bandara Internasional Supadio Pontianak ini tidak hanya menjadi momentum penyambutan tokoh nasional di tanah kelahiran, tetapi juga merefleksikan hubungan kedekatan yang telah terjalin lama antara OSO dan Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan.

Daud Yordan yang juga dikenal sebagai petinju profesional kelas dunia tampak hadir langsung menjemput OSO, memperlihatkan relasi personal yang tidak sekadar formal, melainkan terbangun atas dasar hubungan mentor dan anak didik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Bagi Daud, OSO bukan hanya figur publik nasional, tetapi juga sosok pembimbing yang berperan penting dalam perjalanan kariernya, baik di dunia olahraga maupun dalam kiprah politiknya sebagai Senator.

Dalam berbagai kesempatan, OSO dikenal sebagai pendukung utama Daud Yordan sejak awal meniti karier tinju profesional. OSO kerap memberikan dorongan moral dan dukungan strategis, bahkan secara terbuka memuji gaya bertinju Daud yang dinilainya memiliki kemiripan dengan legenda tinju dunia, Manny Pacquiao.

Pujian tersebut menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi Daud untuk terus mengharumkan nama Indonesia, khususnya Kalbar, di kancah tinju internasional. Kedekatan keduanya tidak berhenti di arena olahraga.

Seiring perjalanan waktu, OSO juga mendorong Daud Yordan untuk mengambil peran lebih luas dalam pengabdian publik. Dorongan tersebut berbuah pada langkah Daud terjun ke dunia politik hingga terpilih sebagai Senator, sebuah posisi yang memperluas peran dan tanggung jawabnya dalam memperjuangkan kepentingan daerah dan masyarakat Kalbar di tingkat nasional.

Sinergi antara OSO dan Daud Yordan semakin nyata ketika Daud dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kalbar. Hal tersebut mencerminkan perpaduan antara pengalaman olahraga profesional dan kepemimpinan daerah, sekaligus menegaskan komitmen Daud dalam memajukan dunia olahraga di Kalbar.

Dalam konteks ini, OSO dipandang sebagai figur yang konsisten mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin daerah dari berbagai latar belakang, termasuk olahraga.

Kehadiran Daud Yordan dalam penyambutan OSO di Bandara Supadio menjadi simbol kesinambungan hubungan tersebut. Bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi representasi ikatan emosional dan visi bersama untuk membangun Kalbar melalui berbagai sektor, mulai dari olahraga, kepemimpinan, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Penyambutan OSO yang diiringi tradisi tepung tawar, pemasangan tanjak, serta lantunan musik Melayu semakin memperkuat makna kebersamaan itu. Dalam suasana penuh khidmat dan kearifan lokal, hubungan antara OSO dan Daud Yordan tampak sebagai potret kolaborasi lintas generasi yang berakar pada nilai penghormatan, loyalitas, dan komitmen terhadap daerah.

Kedekatan OSO dan Daud Yordan sekaligus menjadi gambaran bahwa perjalanan seorang tokoh tidak pernah berdiri sendiri. Di balik prestasi di atas ring tinju maupun panggung politik, terdapat peran mentor yang konsisten memberi arah dan dukungan. Hubungan inilah yang hingga kini terus terjaga dan tercermin dalam setiap momentum kebersamaan keduanya di Kalbar.

Pewarta: Supri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *