Aksi Demo Ratusan Sopir Dump Truck di Depan Polresta Banyuwangi, Tuntut Tambang Pasir Dibuka Kembali

DAERAH21 Dilihat

Banyuwangi, Suaraindonesia.online- Ratusan sopir dump truck menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). Mereka meminta aktivitas tambang pasir kembali dibuka agar dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, ratusan dump truck memadati ruas jalan di sekitar Polresta Banyuwangi. Kepadatan kendaraan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di depan markas kepolisian mengalami kemacetan.

Diketahui, dalam aksinya, para sopir menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta aktivitas tambang pasir kembali dibuka serta penertiban terhadap kegiatan pertambangan dilakukan secara adil dan tidak tebang pilih.

Lanjut, para sopir mengaku pekerjaan mengangkut pasir menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penutupan aktivitas tambang dinilai berdampak langsung terhadap mata pencaharian mereka.

Salah satu sopir, Asnawi, menyampaikan keluh kesahnya saat mengikuti aksi. Ia mengatakan dirinya hanya seorang buruh sopir yang mengandalkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

“Saya ini orang buruh sopir. Tidak bisa bekerja, bagaimana saya bisa memberi nafkah keluarga? Saya punya anak dan istri, anak saya masih sekolah. Cari pekerjaan lain juga susah. Tolong, Pak, kasih kami keadilan,” ujar Asnawi.

Menurut Asnawi, para sopir tidak meminta untuk bekerja tanpa aturan. Mereka berharap pemerintah dan aparat memberikan kepastian serta solusi agar aktivitas pekerjaan mereka dapat kembali berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau kami tidak bisa bekerja, dari mana kami mendapatkan penghasilan untuk keluarga? Kami hanya ingin bisa bekerja,” katanya.

Minta Penertiban Tidak Tebang Pilih
Selain menyampaikan persoalan mata pencaharian, massa juga mempersoalkan penutupan aktivitas tambang pasir di Banyuwangi.

Mereka meminta aparat tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan dan jasa angkutan pasir.

Salah satu spanduk yang dibentangkan massa bertuliskan, “Polisi jangan memakai kacamata kuda, hanya melihat satu sisi.”

Spanduk tersebut menjadi salah satu bentuk kritik massa terhadap penanganan persoalan tambang pasir. Mereka berharap penertiban dilakukan secara transparan dan tidak merugikan kelompok masyarakat tertentu.

Para sopir berharap aspirasi mereka dapat ditindaklanjuti melalui dialog bersama kepolisian, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Mereka meminta adanya solusi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memungkinkan para sopir kembali bekerja.

Sementara itu, aksi ratusan dump truck tersebut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar Polresta Banyuwangi. Kendaraan yang memadati ruas jalan membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Disisi lain, para sopir berharap pemerintah dan aparat segera memberikan solusi atas persoalan tersebut. Bagi mereka, kepastian dapat bekerja menjadi hal penting karena penghasilan sebagai sopir merupakan tumpuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.

Pewarta: Team/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *